<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004</id><updated>2011-04-22T05:30:58.173+07:00</updated><title type='text'>Blaze Of Glory</title><subtitle type='html'>Life Skill, Pendidikan Yang Mengubah Hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-6417056974277896021</id><published>2008-04-22T13:50:00.002+07:00</published><updated>2008-04-22T13:57:46.895+07:00</updated><title type='text'>Aura Kehidupan</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Jika cinta menyerupai air pada beberapa tabiat dasarnya, maka sifat utama&lt;br /&gt;air yang melekat padanya adalah fakta bahwa air adalah sumber kehidupan.&lt;br /&gt;Jika cinta adalah gagasan tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang&lt;br /&gt;lebih baik, dan tindakan utamanya adalah memberi untuk menumbuhkan, maka&lt;br /&gt;kekuatan pesona utama, seorang pencinta adalah aura kehidupan yang&lt;br /&gt;memancar dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;Aura kehidupan. Ya, aura kehidupan. Ia membuat orang – orang&lt;br /&gt;disekelilingnya merasakan denyut nadi kehidupan, merasakan hamparan&lt;br /&gt;keindahan hidup, merasakan alasan tentang mengapa mereka hidup dan harus&lt;br /&gt;melanjutkan hidup, merasakan alasan untuk bertumbuh demi merakit pemaknaan&lt;br /&gt;tiada henti terhadap kehidupan. Ia, intinya membuat orang – orang di&lt;br /&gt;sekeliling merasa hidup. Sebab ia menebar benih kehidupan di ladang hati&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura kehidupan.Ya, aura kehidupan. Sebab ia hidup. Dan hidup itu nyata&lt;br /&gt;pada setiap jengkal tubuhnya, pada setiap detak jantungnya, pada setiap&lt;br /&gt;hembusan nafasnya, pada setiap langkah kakinya, pada setiap uluran&lt;br /&gt;tangannya, pada setiap kedipan matanya, pada setiap kata dan suaranya.&lt;br /&gt;Gagasannya seluruhnya adalah tentang kehidupan yang lebih baik. Niatnya&lt;br /&gt;seluruhnya adalah penumbuhan yang membuat hidup lebih baik.&lt;br /&gt;Aura kehidupan. Ya, aura kehidupan. Sebab ia memiliki dan menggabung tiga&lt;br /&gt;pesona utama para pencinta : pesona raga, pesona jiwa, pesona ruh. Ketiga&lt;br /&gt;pesona tersebut terbingkai rapih pada sebuah “akal besar“ yang menerangi&lt;br /&gt;kehidupannya dan kehidupan orang – orang disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mendekat – dekatlah padanya, niscaya engkau kan merasakan betapa air&lt;br /&gt;kehidupan serasa mengalir pada setiap sudut jiwa dan ragamu. Maka tataplah&lt;br /&gt;matanya, niscaya engkau kan merasakan gairah kehidupan yang memberimu&lt;br /&gt;semangat baru untuk terus hidup, terus melanjutkan hidup. Maka&lt;br /&gt;dengarkanlah kata – katanya, maka engakau kan merasakan betapa engkau&lt;br /&gt;layak dan pantas mendapat kehidupan yang berkualitas, kehidupan yang lebih&lt;br /&gt;baik. Dan jika tuhan mengijinkan engkau merasakan sentuhannya, niscaya&lt;br /&gt;engkau kan merasakan betapa air kehidupan mendidih dalam tubuhnya. Dan&lt;br /&gt;jika Tuhan memperkenankanmu hidup berlama - lama dengannya, niscaya engkau&lt;br /&gt;kan merasakan betapa perlindungan dan penumbuhannya membuatmu terengkuh&lt;br /&gt;dalam rasa aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau bahkan tidak pernah begitu yakin tentang pesona apa yang pertama&lt;br /&gt;kali menawanmu. Apakah kulit hitam yang tidak dapat menyembunyikan cahaya&lt;br /&gt;matanya? atau ketegasan sikap yang tidak dapat merahasiakan kebajikan&lt;br /&gt;hatinya? Atau kelembutan bawaan yang tidak sanggup menutup – nutupi&lt;br /&gt;keberaniannya? Atau diam panjang yang tidak mampu menghalangi ilmu dan&lt;br /&gt;wawasannya? Atau badan kurus yang dijelaskan oleh puasa dan pengendalian&lt;br /&gt;dirinya? Atau? Tidak! Semua tampak menyatu dalam dirinya: ruhnya yang&lt;br /&gt;halus, jiwanya yang lembut, terbungkus dalam raganya yang kokoh, terangkai&lt;br /&gt;dalam perilaku yang terbimbing akal besarnya. Tapi itu semua ada dalam&lt;br /&gt;dirinya. Dan ketika Ia keluar, ia hanya memancarkan satu hal: aura&lt;br /&gt;kehidupan. Dan itulah yang engakau rasakan dan yang mungkin sekali tidak&lt;br /&gt;engkau ketahui asal muasal dak akarnya dalam dirinya. Dia bukan nabi yang&lt;br /&gt;tak mungkin salah. Dia hanya sebuah tekad perbaikan berkesinambungan yang&lt;br /&gt;tak henti – henti. Dan itulah aura kehidupan: gairah yang tidak pernah&lt;br /&gt;selesai.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-6417056974277896021?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/6417056974277896021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=6417056974277896021' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/6417056974277896021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/6417056974277896021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/aura-kehidupan.html' title='Aura Kehidupan'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-9054212820612955115</id><published>2008-04-22T13:46:00.001+07:00</published><updated>2008-04-22T13:49:24.818+07:00</updated><title type='text'>Berhentilah jadi Gelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pre&gt;Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan&lt;br /&gt;ini selalu tampak murung. "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak&lt;br /&gt;hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang&lt;br /&gt;Guru bertanya. "Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi&lt;br /&gt;saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,"&lt;br /&gt;jawab sang murid muda. Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua&lt;br /&gt;genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si&lt;br /&gt;murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya&lt;br /&gt;itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt;"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang&lt;br /&gt;Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun&lt;br /&gt;melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. "Bagaimana&lt;br /&gt;rasanya?" tanya Sang Guru. "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid&lt;br /&gt;dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah&lt;br /&gt;muridnya yang meringis keasinan. "Sekarang kau ikut aku." Sang Guru&lt;br /&gt;membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang&lt;br /&gt;tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang&lt;br /&gt;tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia&lt;br /&gt;ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya&lt;br /&gt;tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya. "Sekarang, coba kau&lt;br /&gt;minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar&lt;br /&gt;untuk didudukinya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua&lt;br /&gt;tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu&lt;br /&gt;meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di&lt;br /&gt;tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar,&lt;br /&gt;segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung&lt;br /&gt;tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas&lt;br /&gt;sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti,&lt;br /&gt;air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?" "Tidak sama sekali," kata&lt;br /&gt;si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya&lt;br /&gt;tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau&lt;br /&gt;sampai puas. "Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala&lt;br /&gt;masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak&lt;br /&gt;lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus&lt;br /&gt;kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk&lt;br /&gt;dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak&lt;br /&gt;bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada&lt;br /&gt;satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan&lt;br /&gt;dan masalah." Si murid terdiam, mendengarkan. "Tapi Nak, rasa `asin’ dari&lt;br /&gt;penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati)&lt;br /&gt;yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah&lt;br /&gt;jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-9054212820612955115?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/9054212820612955115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=9054212820612955115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/9054212820612955115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/9054212820612955115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/berhentilah-jadi-gelas.html' title='Berhentilah jadi Gelas'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-7621578533322734345</id><published>2008-04-22T13:41:00.003+07:00</published><updated>2008-04-22T13:44:39.266+07:00</updated><title type='text'>Cangkir Yang Cantik</title><content type='html'>Sepasang suami dan isteri pergi belanja di sebuah toko suvenir. Saat berjalan, mata mereka tertuju pada sebuah cangkir yang cantik.&lt;br /&gt;  "Lihat cangkir itu," kata sang isteri kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," jawab suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata "belum!" Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas!, teriakku dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum!" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, Tuhan bekerja membentuk diri kita. Kala Dia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Tuhan untuk mengubah  kita supaya menjadi cantik dan mengeluarkan kemuliaan-Nya yang ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian-ujian dalam hidup kita adalah tempaan dari-Nya untuk membuat kita menjadi berharga. Memang menyakitkan, tapi sungguh luar biasa hasilnya kala kita melewatinya. Kita akan melihat betapa luarbiasanya Dia untuk membuat kita menjadi tegar dan semakin baik dari waktu ke waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table style="width: 598px; height: 18px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.sumardiono.com/index.php?option=com_akocomment&amp;amp;task=feed"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a name="akocomment664"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="commentheader"&gt;&lt;span class="commentnumber"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-7621578533322734345?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/7621578533322734345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=7621578533322734345' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/7621578533322734345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/7621578533322734345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/cangkir-yang-cantik.html' title='Cangkir Yang Cantik'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-1576152492001059764</id><published>2008-04-14T13:53:00.003+07:00</published><updated>2008-04-14T13:58:25.793+07:00</updated><title type='text'>Balapan Mobil</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt; seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Marklah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "&lt;i&gt;pembalap&lt;/i&gt;" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "&lt;i&gt;Ya, aku siap!&lt;/i&gt;". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;"&lt;i&gt;Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju&lt;/i&gt;", begitu teriak mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="FR"&gt;Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;"&lt;i&gt;Terima kasih.&lt;/i&gt;" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;"&lt;i&gt;Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?&lt;/i&gt;". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Mark terdiam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;"&lt;i&gt;Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan&lt;/i&gt;" kata Mark.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Ia lalu melanjutkan, "&lt;i&gt;Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.&lt;/i&gt;" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang taat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-1576152492001059764?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/1576152492001059764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=1576152492001059764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/1576152492001059764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/1576152492001059764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/balapan-mobil.html' title='Balapan Mobil'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-8282443418016324003</id><published>2008-04-12T11:58:00.003+07:00</published><updated>2008-04-13T00:01:27.207+07:00</updated><title type='text'>Beribadah atau Bekerja ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekan-rekan, saya baru aja baca Robohnya Surau Kami dari AA Navis. Harus saya akui bahwa saya terinspirasi dengan cerpen tersebut. Disitu diceritakan tentang seorang yang selama hidupnya hanya rajin beribadah dalam arti hanya berdoa dan memuji Allah akhirnya masuk neraka. Pada awalnya orang yang merasa dirinya shaleh tersebut protes terhadap Tuhan, 'Ya Allah, Bagaimana mungkin saya yang rajin beribadah, selalu memuji namaMu malah masuk neraka.'Kemudian Allah berkata,'bagaimana mungkin kamu hanya beribadah dan memuji namaKu, sementara keluargamu, saudara-saudaramu, masyarakat di sekitarmu, bahkan negaramu dalam kesukaran dan kemiskinan? Aku tidak butuh pujian-pujianMu, sedangkan kamu menjadi egois karena hanya memikirkan kepentinganmu sendiri, sementara orang lain dalam kesusahan..Bahkan kamu termasuk orang yang malas, karena berdoa tidak mengeluarkan keringat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan, sering dalam kehidupan kita melihat cerita atau situasi yang mirip. Misal,sudah punya pekerjaan dengan gaji cukup, sudah punya rumah, anak cukup sekolah, sandang, pangannya, pokoknya singkat kata orang tersebut merasa sudah terpenuhi semua kebutuhannya. Seringkali kemudian orang tersebut menjadi terjebak dalam comfort zone, lupa bahwa kalu dia bekerja lebih keras lagi, keberuntungan seperti yang dia miliki akan dapat dimiliki oleh banyak orang juga. Dia lupa, bahwa jika dia bekerja lebih giat lagi, lewat tangannya akan bisa membantu banyak orang di luar sana. Ingat kan, Indonesia kan masih miskin?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-8282443418016324003?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/8282443418016324003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=8282443418016324003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/8282443418016324003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/8282443418016324003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/beribadah-atau-bekerja.html' title='Beribadah atau Bekerja ???'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-3376366714482381308</id><published>2008-04-12T10:24:00.001+07:00</published><updated>2008-04-12T10:26:32.211+07:00</updated><title type='text'>KEKUATAN IMPIAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, "Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;"Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?" tanya si orang tua. &lt;/span&gt;"Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini". Jawab si anak muda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;"Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya" tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,"Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?". "Udara, yang paling saya inginkan adalah udara". Jawab si anak muda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;"Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?"tanya si orang tua itu lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;"Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air" jelas si anak muda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;"Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI" kata si orang tua dengan bijak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bitstream Vera Serif&amp;quot;;"&gt;Renungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Anda saat ini mempunyai impian sejati ?&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun. "Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha, dll ……" bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan' membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata "NO". "Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana, jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena terlampau seringnya kata "NO' itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru,&lt;br /&gt;misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata "NO".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `mati'. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Atau ada pula tipe orang yang terjebak di dalam `comfort zone', dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman, atau setidaknya berkecukupan.&lt;br /&gt;Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata "Ah, buat apa rumah besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Tipe ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka' jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel' dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda, "Saya punya impian untuk jadi orang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga saya ke tingkat yang lebih baik". Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang mentertawakan anda …..&lt;br /&gt;Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda. Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Rekan-2 sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita. Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya &lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bitstream Vera Serif&amp;quot;;"&gt;Kekuatan Impian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bitstream Vera Serif&amp;quot;;"&gt;"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-- Eleanor Roosevelt -- &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-3376366714482381308?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/3376366714482381308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=3376366714482381308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/3376366714482381308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/3376366714482381308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/kekuatan-impian.html' title='KEKUATAN IMPIAN'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789025538373123004.post-1073706323759980891</id><published>2008-04-12T09:55:00.000+07:00</published><updated>2008-04-12T10:03:36.579+07:00</updated><title type='text'>RAHASIA 90-10</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rahasia 90/10&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa Rahasia dari 90/10 ? 10 % kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita. 90 % kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi/memberi respon. Apa artinya ? Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10 % kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10 % ini. Yang 90 % lagi berbeda. Kita menentukan yang 90 % ! &lt;/span&gt;Bagaimana ? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan reaksi kita ! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mari lihat sebuah contoh. Engkau sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja kerjamu. Engkau tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana engkau bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar memarahi adikmu yang menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu, engkau melihat ke istrimu, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata singkat menyusul. Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja. Setelah itu engkau kembali dan melihat adik perempuanmu sedang menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat kerja. Engkau segera menuju mobil dan mengantar adikmu ke sekolah. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Karena engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas kecepatan maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang, engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan engkau baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal.&lt;br /&gt;Hari-mu begitu buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika engkau pulang, engkau menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu. Kenapa ? Karena reaksimu pagi tadi. Kenapa hari mu buruk ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;a) Karena secangkir kopi yang tumpah ?&lt;br /&gt;b) Karena kecerobohan adikmu ?&lt;br /&gt;c) Karena polisi yang menilang ?&lt;br /&gt;d) Karena dirimu sendiri ?&lt;br /&gt;Jawaban-nya adalah D.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu. &lt;/span&gt;Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian setelah itu, yang menyebabkan harimu menjadi buruk. Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi dengan cara yang berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap menangis. Engkau dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih hati-hati ya". &lt;span style="" lang="FR"&gt;Engkau pergi mengganti kemejamu dan dan tidak lupa mengambil tas kerjamu. &lt;/span&gt;Engkau kembali dan melihat adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum engkau berangkat kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar tentang bagimana baiknya hari ini buatmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Karena REAKSI kita. SUNGGUH KITA TIDAK DAPAT MENGONTROL 10 % HAL-HAL YANG TERJADI. TAPI YANG 90 % LAGI DITENTUKAN OLEH REAKSI KITA TERHADAP KEJADIAN TERSEBUT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789025538373123004-1073706323759980891?l=blazeofglory-billionaires.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/feeds/1073706323759980891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789025538373123004&amp;postID=1073706323759980891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/1073706323759980891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789025538373123004/posts/default/1073706323759980891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blazeofglory-billionaires.blogspot.com/2008/04/rahasia-90-10.html' title='RAHASIA 90-10'/><author><name>Amiruddiyn</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598235432745494242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Lz8pWnj1AO0/SAAxt4mskII/AAAAAAAAAAU/Up6nve0xrN8/S220/y145%25.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
